Kaum Minoritas yang Berbicara Menyoal Hak
Oleh : RAJ
Di dunia ini akan
banyak jenis populasi manusia yang nantinya akan mengisi sisi mayoritas dan
minoritas. Sejatinya, manusia hidup atas pilihan dan kemauan yang didasari
dalam Hak Azazi Manusia (HAM), bukan menyoal agama ataupun hukum, itu terlalu
pelik. Banyak hal yang awalnya tabu, namun menjadi jelas terlihat karena dia
atau mereka ada.
Saat ini, kaum
minoritas yang tersohor dalam perbincangan publik adalah Lesbian, Gay,
Biseksual, dan Transgender (LGBT). Mereka ada namun disangkal,karena ada
beberapa sisi yang dinilai masyarakat umum salah. Saya tidak mengamini, tidak
pula menolak keberadaan mereka. Hal yang bahas di sini hanya menyoal hak dan
keberadaan mereka.
LGBT adalah mereka yang
memiliki perbedaan dari manusia lain menyoal orientasi sex, lain dari pada itu
mereka sama, manusia yang memiliki Tuhan, akal, dan sosial. Pada penjabarannya,
LGBT memiliki beberapa hal yang berbeda yaitu dari segi orientasi seksual,
identitas gender, ekspresi gender, dan seks.
Ekspresi gender di sini
maksudnya adalah ekspresi mereka sesuai dengan pengakuan individu itu sendiri,
baik maskulin ataupun feminim. Seks lebih mengarah kepada jenis kelamin,
Orientasi Seksual lebih kepada keinginan, dan identitas gender lebih menyoroti
kepada posisi diri. Itu beberapa perbedaan yang dimiliki oleh kaum LGBT.
Lalu apa yang
persoalkan? Saya pikir, hal yang persoalkan lebih kepada persoalan hukum dan
pertentangannya kepada soal Agama. Jelas, dari segi agama apapun akan
menyalahi, karena berhubungan seks sesama makhluk heterogen pun sudah merupakan
perbuatan dosa,apalagi homogen. Dari segi hukum, mungkin akan lebih membahas
mengenai bagaimana status hukum salah satu mereka.
Namun, kaum LGBT bukan
berbicara mengenai status hukum atau agama, mereka ingin keberadaan mereka diakui
di mana mereka berada. Ini menyoal Hak Azazi Manusia, kan manusia memiliki hak
masing-masing, mulai hak untuk hidup, hak untuk berpendapat, dan lain
sebagainya.
Merujuk pada nilai
keberagaman, kaum LGBT sejatinya hanya ingin memperlihatkan bahwa
keanekaragaman itu bukan hanya bagian budaya, namun orientasi dari seksual
(maaf jika agak porno) yang berbeda. Mereka bukan berniat mengganggu, tapi
hanya ingin keberadaan mereka tidak ditindak diskriminasi atau adanya pandangan
negatif.
LGBT sejatinya hanya
pembicaraan menyoal kebebasan seksual,permasalahan orientasi seksual. Karena
setiap manusia jelas mempunyai karakter yang berbeda satu sama lain, apalagi
permasalah seks, tidak ada manusia yang bisa mengetahui, kecuali manusia itu
sendiri.
Keberadaan kaum LGBT
hanya satu di antara kaum minoritas lainnya, apapun yang sedang diperdebatkan
saat ini masih dalam lingkup kecil, belum menyampai aspek yang luas secara.
Dewasa ini, masyarakat dituntut untuk bijak dalam melalui perkembangan zaman
yang tidak melulu menyangkut soal teknologi, tapi juga keberagaman.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar